Hikmah dibalik Kegagalan
Berfikir terkadang membuat mu bosan, jenuh bahkan terlampau sering nya akan membuat mu bersikap terbalik dan menjadi orang yg bersikap terlalu santai..semua yg dijalani akan ada makna nya seperti kisah ini..
Ia feri riansyah sebut saja ia dengan nama itu, yg akrab dipanggil feri.. Seorang siswa diSekolah Negeri.
Memiliki kepribadian yg tidak jauh beda dengan teman-teman seangkatannya. Pintar ,energik,da berpotensi dalam bidang ilmu pengetahuan.
Beberapa semester ia lalui disekolahnya ia selalu mendapatkan peringkat 3 besar dikelas nya dengan nilai rata-rata 80.. Pada suatu masa bagian pendidikan sekolah mengirimnya beserta teman-teman seangkatannya untuk menghadiri uji kompetensi antar sekolah di tingkat Nasional. Rasa bahagia dan senang menghujani perasaan feri saat itu. dalam waktu seminggu yg ditetapkan sebagai persiapan perlobaan uji kompetensi ia dan rekan segrup nya lalui dengan berteman buku dan informasi pembelajaran yg jauh lebih mendetail pada study kompetensi tersebut.
Selang 2 hari setelah penetapan uji kompetensi itu akan diadakan, ternyata terjadi sedikit gendala dan diberitakannya perubahan jadwal dan kemunduran hari uji kompetensi menjadi 2 minggu lagi.. Mengetahui hal ini feri sedikit kecewa, dan merasa tersia-siakn usaha nya belajar selama seminggu terakhir ini.. maka dengan nya ia tak lagi belajar seperti rekan segrup study nya seperti biasa. Ia malah beralih lebih bersikap santai dan merasa cukup akan kemampuannya..
Setelah waktu yang dijanjikan dan dijadwalkan sabagai hari uji kompetensi itu tiba, feri dan anggota segrup study nya berangkat menghadiri tempat kompetensi itu diadakan dengan didampingi kepala kesiswaan dari sekolahnya. Setibanya disana ia dapati banyak siswa yg menghadiri kompetensi study ini dari berbagai sekolah negeri yang ada. Ia sedikit bimbang dengan ujiannya mengingat kembali akan waktu yg ia sia-siakan dengan malah bersantai dari pada melanjutkan pembelajarannya.. waktu kompetensi pun dimulai saat itu semua soal-soal berbagai macam diberikan dan ditujukan kesemua siswa yg mengikuti lomba.. pada saat ini kecemasannya terjawab, sebab ada dari beberapa dari soal-soal ujian kompetensi itu yg tidak dipahaminya dan mungkin itu disebabkan karna kurang nya ia akan informasi dan pengetahuan lebih dalam nya mengenai topik ujian.
Waktu terus berjalan dan Ujian kompetensi pun selesai.. kecemasan masih tersirat dibenak feri saat itu. Hingga waktu pengumuman nilai dan kejuaraan kompetensi rekan segrup nya ada yg menempati juara 3 biologi dan juara 2 Bahasa indonesia sedang ia gagal dalam uji study Matematika nya bahkan tidak mendapatkan kriteria peringkat pada kompetensi ini. Feri begitu terpukul dangan hasil yg ia dapatkan rasa kecewa menghantui nya hingga beberapa hari. Namun inilah hikmah dibalik kegagalnnya. karena rasa kecewa yg ia dapati karna sikap nya sendiri ia merubah total cara nya bersikap tetap optimis dan terus belajar dan mendalami berbagai informasi-informasi mengenai dunia pendidikan. Hingga pada uji kompetensi yg diadakn selanjutnya ia mendapati juara 1 Uji Matematika dan mendapati peringkat dengan nilai terbaik di sekolahnya.. dan dengan itu ia mendapat biaya Siswa untuk melanjutkan pendidikan nya di kanca perkuliahan dan perguruan tinggi negeri. End
"Kegagalan nya membuat nya mampu termotivasi untuk jadi seseorang yg lebih baik dan bangkit dari keterpurukan"
Maknai berbagai hal dengan hati dan sikap Positif maka kamu akan dapati hal terbaik dari semuanya...
Qts : Gaga